Contoh Puisi Pendidikan

7 min read

contoh puisi pendidikan

Contoh Puisi Pendidikan- Kamu diberikan tugas oleh gurumu untuk membuat puisi pendidikan? Dari pada bingung, yuk simak beragam contoh puisi tentang pendidikan disini!

Salah satu tugas yang sering dibeikan guru Bahasa Indonesia adalah tugas membuat sebuah puisi.

Puisi merupaka jenis karya sastra yang gaya bahasanya ditentukan oleh irama, rima, dan penyusunan larik serta bait.

Karena banyaknya peraturan, banyak orang yang sering kali kesulitan dalam menulis puisi pendidikan atau tema lainnya.

Oleh karena itu, yuk sama-sama kita simak beragam contoh puisi pendidikan singkat dari berbagai sumber dibawah ini.

Contoh Puisi Pendidikan

haidarmusyaffa.com

1. Pena

Pena…
Kuikat ilmu dengannya…
Kutulis kisah sejarah bersamanya…

Pena…
Kugapai cita cita dengannya
Tak lupa teriring doa dan usaha
Sebagai wujud penghambaanku pada sang Pencipta

Pena…
Bersamanya, kutulis cerita cinta berbau surga
Agar manusia tak terjebak pada dunia yang fana
Tak jelas asalnya, tak jelas pula hasilnya

Pena…
Simbol peradaban dari zaman purba ke zaman aksara
Di mana manusia tak lagi menghambakan diri pada mitos yang tak jelas asalnya

Pena…
Dengannya, hidup manusia menjadi mulia
Lantaran mencari ilmu untuk kesejahteraan dunia.

(Oleh: Ade Lanuari Abdan Syakuro)

2. Sekolah Kehidupan

Disini
Dimana saja
Sekarang dan kapan pula
Aku belajar di sekolah kehidupan

Dari alam semesta dan peristiwa
Guru sejati membimbingku
Kulihat wacana membuka pengetahuanku
Kudengar kisah petualangan dalam perjuangan

Kulalui lorong pengalaman bersama dengan teman-temanku
Kutandai setiap kejadian
Kucatat semua hikmah dari peristiwa
Sebagai bekalku merajut masa depan
Melancarkan jalanku mencapai tujuan

Menjadi manusia utama
Berlaku jujur, berani dan benar
Kukembangkan akalku untuk maju
Semangat kupacu untuk tau
Menguak misteri tentang kehidupan

Berjalanlah
Bergeraklah
Diam tak bergeming akan bergilas
Bangkitkan nyaliku
Belajar bijak dan menghargai

Oleh: Shelyn M H

3. Sekolahku

Sekolahku
Tempatku menuntut ilmu
Tempatku membekali diriku
Dengan keterampilan dan ilmu

Sekolahku
Bersama guru aku belajar
Semua ilmu pengetahuan
Untuk bekalku di masa depan

Sekolahku
Disanalah aku belajar
Bergaul bersama dengan teman
Juga mentaati segala aturan

Terimakasih sekolahku
Kau telah menjadi tempat belajar
Bagiku dan teman-temanku

Oleh: Fausiyah

4. Apa Kabar Pendidikan Negeriku

Sampai kini saya tidak tahu
Apakah titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dulu
Dapat menyambung lambungku, istriku dan anak-anakku
Tujuh belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah ibuku
Kuhabiskan di meja pendidikan
Namun saya tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap makan

Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah
Namun tdak memberiku otak brilian dan keterampilan nan sepadan
Aku hanya terampil menyontek garapan temanku
Aku hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri orang

Aku terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta
Apa kabar pendidikan negeriku
Adakah kini kau sudah berbenah
Sehingga anak cucuku akan bisa merasai sekolah nan indah
Dan masa depan nan cerah?

Oleh: Dian Hartati

5. Pesan Dari Guru

Kulihat dari kejauhan Ia memarkir sepeda tuanya
Kulihat keringat berkilap di dahinya
Kudengar suara napasnya yang terengah-engah
Kucium aroma keringat yang berbaur dengan parfumnya

Tersungging senyum manis dari bibirnya
Bibir yang selalu mengucap kata-kata mutiara
Bibir yang tak henti mendoakan siswanya
Bibir yang mengeluarkan ilmu untuk diajarkan kepada siswanya

Suatu hari, Ia pernah berkata,
“Anak-anakku, kita memang hidup di desa
Terpencil.. Jauh dari ramainya ibu kota
Tapi… Jangan pernah kalian merasa kerdil
Bangkitlah… Bergeraklah… berjuanglah…
Hancurkan kebodohanmu
Raih cita-citamu
Bangkit dari tidurmu dan gapai mimpi indah itu
Aku memang orang tua yang sudah sepuh
Tapi cintaku pada kalian takkan pernah lusuh”

Oleh: Ruhama, 2019

6. Lentera Pendidikan

Langkah kaki menapaki jalan
Tak tahu arah tujuan
Bagai hidup tak berpedoman
Seperti hidup dilanda kebodohan

Hidup tanpa ilmu
Bagai rumah tak berlampu
Gelap bagai abu
Seperti bayangan yang semu

Pada siapa kubertanya
Tentang arti hidup yang sebenarnya
Ketika ilmu tak kupunya
Pendidikanlah yang menjadi jalannya

Cahaya di tengah kegelapan
Menerangi setiap kehidupan
Menumpas segala kebodohan
Yang merusak masa depan

Semangat dalam meraih asa
Tak pernah lelah dan putus asa
Berdoa pada Sang Kuasa
Sebagai generasi penerus bangsa.

Oleh: Putri Tarisa Dewi

7. Ironi Pendidikan

Untukmu yang mengenyam pendidikan…
Di saat kau diberi kesempatan
Mengeja hal istimewa bernama pendidikan
Di saat yang sama kau malah menyia-nyiakan

Kau terjerembab dalam kenyamanan
Sekelilingmu pun kau abaikan
Bukankah pendidikan mengajarkan kepedulian
Ataukah kita yang terlalu asyik dengan keegoisan

Sadarilah di sisi lain, ada hati yang mengebu-gebu
Mendamba hal termewah yang kau jadikan sia-sia
Bangkit, lawan rasa malas dan keegoisan yang menggerogotimu
Atau kau terlarut dalam dunia yang menjadikanmu tak berguna.

Oleh: Marleni Putri Bulawan

8. Buku

Buku adalah jendela dunia…
Membaca membuat kita pintar
Memahaminya membuat kita sadar
Bahwa bumi tidaklah hanya alam sekitar
Banyak pemahaman di dalamnya
Banyak pengetahuan isinya

Melalui buku kita tahu segalanya
Melalui buku kita bisa menjelajah angkasa
Buku…
Banyak sekali jasamu
Isi perut Bumi pun bisa kutahu
Hanya dengan membaca dan memahamimu
Tak pernah kuselami lautan luas
Tak pernah ku jelajah Kutub Utara
Namun melalui buku aku bisa tahu

Hanya dari buku aku merasakan
Berbagai makhluk yang tinggal di lautan
Dinginnya udara di kutub sana
Terima kasih untukmu buku
Telah membuka wawasanku
Serta mengajari aku berbagai ilmu.

Oleh: Ari Maulana

9. Guruku Pahlawanku

Pahlawan tanpa tanda jasa
Ialah Guruku
Yang edukatif untukku
Yang membekali berbagai ilmu
Dengan tulus dengan sabar

Senyummu yang mengimbuhkan dorongan kami
Menyongsong masa depan lebih baik
Setitik deras peluhmu

Menandakan bahwa sebuah perjuangan besar
Untuk para murid-muridnya
Terima kasih para Guru

Perjuanganmu yang amat besar maknanya bagiku
Tanpamu aku tak mengerti tentang dunia
selamanya akan ku panjatkan doa Terimakasih ohh Guruku

10. Jangan Menyerah

Belajarlah
Dalam kegigihan dan kesungguhan.

Lihatlah,
Cita-citamu sedang menanti
Di hamparan masa depan
Untuk kau sentuh oleh tanganmu.

Jangan kau biarkan
Cita-cita merasa sunyi
Sepi sendiri, di ujung sana.

Ingatlah.
Suatu hari nanti
Kau akan mendatanginya
Menyentuhnya, memeluknya.

Kejarlah cita-cita
Dengan belajar dan usaha
Teruslah bekerja keras
Hingga suatu ketika
Cita-cita datang padamu
Dan ia bahagia karena kau datang menemuinya.

11. Sekolahku Rumah Keduaku

Jangan kau tanya
Kenapa aku begitu suka
Duduk di bangku kelas
Mendengarkan pelajaran sekolah.

Jangan kau tanya
Kenapa aku begitu bahagia
Saat duduk bersama
Bercerita tentang segala.

Karena sekolahku
Adalah rumah keduaku.

Di sini aku menemukan
Hangat kekeluargaan
Eratnya persahabatan
Riangnya pertemanan.

Ah,
Aku memang bahagia
Di sini, di sekolah tercinta.

12. Mari Berprestasi

Datang ke sekolah
Bukanlah suatu beban.

Belajar di kelas
Bukanlah suatu kebosanan.

Tetapi di sinilah
kita tahu siapa yang mengukir
kepandaian, kebaikan, dan ketekunan.

Sebab prestasi bukanlah hadiah,
Melainkan piala yang harus direbut
Dengan segenap perjuangan.

Marilah kita datang
Ke sekolah ini untuk berprestasi

Sebab Tuhan telah anugerahkan
Bahwa setiap insan dalam kehebatan.

Jangan pernah menyerah,
Sebab menyerah hanya
Untuk orang-orang yang kalah.

Teruslah berjuang
Sebab berjuang adalah ciri
Dari para pengukir sejarah kehidupan.

13. Tumpahan Tinta Ilmu

Tetesan keringat jerih payahmu
Jemari-jemarinya luluh lantakan meja
Diajarkannya berdo’a dan bernyanyi
Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta
Menegakkan badan menghargai jasanya
Menuruti langkahnya jejak pun ada
Jiwanya memberikan pengorbanannya

Tinta-tinta bocor tumpahkan darahnya
Lembaran pun tersobek-sobek singgasana
Suaranya menggemakan dunianya
Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya

Kuhaturkan terima kasih kepadanya
Wahai guruku jiwaku
Tanpamu aku tak akan bisa terbang hingga ke langit
Permata indah, indahkan cinta
Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku
Terima kasih guruku.

14. Bagaikan Pelita

Kuikuti sudah langkah kaki ini
Membawaku menuju lorong lorong tak berujung
Namun, selalu kudengar sang pelita memanggilku
Dengan untaiannya sang pelita menuntunku

Karena pelita, kukeluar dari lorong
Karena pelita kudapat meraih cita-cita
Tahukah engkau?
Ada pelita yang selalu kuingat
Ada pelita yang selalu kuhormati

Dialah guruku
Guru yang memberi setitik ilmu
Tak putus asa walau peluh terus mengucur
Tidaklah untuk dirinya seorang
Tapi untuk generasi penerus bangsa

Janganlah pernah redup pelitaku!
Cahaya ilmu selalu ditunggu
Bukan untuk satu jiwa
Tapi untuk semua umat

15. Terimakasih, Guru

Di sudut malam kumembisu
Termenung akan segala dosa hariku
Bibir serasa keluh
Tatkala kuucap maaf kesekian kalinya

Aku tahu,
Senyum semu yang engkau tampilkan
Beribu beban yang tak tertahankan
Karena aku

Aku malu, sungguh
Ketika aibku engkau tanggung
Saat mereka mencibir karena aku
Betapa tabah hati yang engkau tanam
Dibalik riangmu yang terenggut

Aku malu pada diriku
Tatkala terucap janji-janji
Tatkala terucap sesalnya hati ini
Tak sekalipun aku beranjak

Hingga kutahu
Kini kau selalu ada
Tak sekalipun gentar, meski mereka hina
Merubah batu menjadi berlian
Merubah kami lebih baik

Terima kasih kusematkan
Rasa syukur aku panjatkan
Teruntuk engkau
Yang tak pernah berhenti berkata

16. Detik Perpisahan

Disini kita bertemu
Disini pula kita kan berpisah
Semua kenangan seakan berlalu
Segala yang kami lalui begitu cepat
Begitu berharga
Detik detik yang berganti hari ini
Seakan mempercepat pertemuan kita

Ada harapan disetiap hati kami
Ada keinginan yang begitu besar
Cita cita yang akan merenda masa nanti
Untuk mencari langkah langkah yang pasti
Menggapai cita dan martabat yang tinggi

Selamat tinggal
Selamat tinggal guru guru dan adik adikku tercinta
Do’akan kami agar meraih cita cita yang nyata
Kini kami kan menggapainya
Terimalah salam dari kami
Untukmu guru dan adik adikku

17. Kisah Kasih di SMA

Ini sebuah kisah, kisah yang terjadi di SMA
Kisah yang terjalin di antara para remaja
Benih-benih yang muncul karena terbiasa
Mewarnai perjalanan pada bangunan tingkat dua

Konon, katanya inilah cinta
Cinta yang tumbuh di antara cita-cita
Kisah yang penuh canda, tawa, suka dan duka
Kisah yang tak akan pernah pergi di memori kepala

SMA, sekolah menjalin asmara
Cuap-cuap mesra yang kadang penuh dusta
Kerap diiringi air mata dan luka
Katanya, tak perlu dibawa serius hanya hiburan semata

SMA, masa yang katanya penuh dengan hal istimewa
Masa peralihan dari remaja menuju dewasa
Masa yang kerap diisi dengan hal-hal yang membuat ribut di kepala
Masa yang akan terus dikenanh hingga masa tua

18. Bu Guru, Maaf

Sengaja aku tidak ikut masuk

Menahan lara kamu yang menyayat kejam

Jika harga diri sebatas bilangan angka-angka

Nominal yang tinggi kau tak akan mampu membeli

Lupakan serta jangan anggap aku ini ada

Suatu isyarat damai aku terima

Mata yang dibalik dari dua mata

Kenapa memang harus memandang diriku

Apabila baris yang terakhir akan menjadi penutup

Usaikan saja apa saja dikelasku hari itu

Aku tidak ingin pulang dan datang lagi

Aku senang jika aku tidak kembali

Taman bermain yang tak seindah berbagai mimpi

Bidadari yang menjadi taring dengan berbagai kuku panjang

Kasih? Yang ku pikir itu akan menjadi berlebihan

Aku benci banyak mata yang mengawasi

19. Semangat Baja Pemuda Bangsa

Kini kerusuhan tlah jadi ketenangan
Pembantaian tlah jadi perdamaian
Hitam-putih sudah berwarna-warni
Kini negeri ini tlah berevolusi

Dan kini kitalah penerus mereka
Tak perlu di medan perang
Hanya perlu di ranah pendidikan
Mengukir prestasi, harumkan negeri ini

Kumpulkan segudang ilmu
Gunakan otakmu sebagai ruang alam pikiranmu
Perbaiki jalan pikiranmu yang buntu
Sadarkan pikiran dan hatimu yang kosong

Ayo satukan seluruh warna!
Kokohkan yang tlah satu
Jangan bilang tak bisa sebelum mencoba
Jangan lemah tak berdaya setelah jatuh

Bangkit dan bergerak!
Tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa!

Oleh: Nuraini Fitri

20. Jam Kosong Kami Bahagia

Betapa bahagia pelajar kini
Jam kosong tak ada guru yang datang disini
Telah menjadi tradisi lumrah menurut kami kami
Merekah senyum bahkan tertawa bahagia sana sini
Dan ada di sudut kiri
Guru menyibukkan diri; melupa kami

Ada yang senyum dari terbangun dari tidurnya
Ada yang membaca buku kemudian menertawakannya
Begitulah kami pelajar
Pelajar generasi anak bangsa negeri ini
Yang gembira tiada henti dan tak terkira
Kala jam kosong tak terganti apapun juga.

21. Mimpi dan Cita

Tersenyum aku menahan getir dan rintihan jiwa
Sebab impian dan cita-cita terhenti
Oleh ketidak-mampuanku dan tiadanya dukungan orang tua
Kusimpan mimpiku setelah lepas masa Putih Abu

Perjuanganku belum berakhir
Walau setitik harapan sudah kudapat
Pada Kota penuh cahaya ini
Aku datang untuk pergi, berkelana merajut cita

Tentang semua mimpi dan cita
Takkan pernah ada kata menyerah
Meski berpuluh kali aku telah jatuh
Berpuluh kali pula aku bangkit lagi

Di atas tanah Bumi Pertiwi aku melangkah
Di atas tanah ini pula ku berbakti, menuntut ilmu
Akan kutunjukkan pada Dunia, aku bisa
Aku mampu meraih mimpi dan cita-citaku, di Indonesia.

Oleh: Elisabeth Yofrida

Nah itulah beberapa contoh puisi pendidikan yang telah kami sajikan. Setiap anak di Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, karena ilmu tak hanya bisa didapatkan di lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan formal saja.

Dimanapun tempatnya, siapapun gurunya, apapun yang diajarkan selama baik dan bermanfaat itu juga merupakan ilmu dan bagian dari proses pendidikan.

Jika teman-teman masih bingung dengan pelajaran bahasa Indonesia, teman-teman bisa kunjungi website kami yaitu haidarmusyaffa.com.

Semoga contoh puisi pendidikan ini bisa bermanfaatn bagi kita semua dan sampai bertemu kembali guys 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.