Contoh Puisi Quatrain

3 min read

haidarmusyaffa.com

Contoh Puisi Quatrain- Puisi Quatrain merupakan puisi yang tiap barisnya terdiri dari empat baris. Puisi ini tergolong ke dalam macam-macam puisi baru berdasarkan bentuknya.

Puisi memiliki banyak sekali bentuk mulai dari puisi quint, terzina, stanza, septima dan sonet.

Untuk mengetahui seperti apa bentuk puisi ini, maka di artikel ini akan memberikan beberapa contoh puisi quatrain yang diambil dari berbagai macam sumber. Check this out!

Contoh Puisi Quatrain

contoh puisi quatrain

Merlihat contoh puisi quatrain dapat membantu kamu melihat variasi halus dalam skema sajak dan meteran dalam puisi ini.

Contoh 1:

Pada Suatu Hari Nanti

Karya: Sapardi Djoko Damono

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tal terdengar lagi
tapi diantara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

Contoh 2:

Di Restoran

Karya: Sapardi Djoko Damono

Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput —
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras —

kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu

Contoh 3:

Hujan Bulan Juni

Karya: Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Contoh 4:

Lagu Gadis Itali

Karya: Sitor Situmorang

Buat Silviana Maccari

Kerling dana di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Jika musimmu tiba nanti
Jemputlah abang di teluk Napoli

Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Sedari abang lalu pergi
Adik rindu setiap hari

Kerling danau bukit di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Andai abang tak kembali
Adik menunggu sampai mati

Batu tandus di kebun anggur
Pasir teduh di bawah nyiur
Abang lenyap hatiku hancur
Mengejar bayang di salju gugur

Contoh 5:

Sajak Empat Seuntai

Karya: Sapardi Djoko Damono

Kukirim padamu beberapa patah kata
yang sudah langka–
jika suatu hari nanti mereka mencapaimu,
rahasiakan, sia-sia saja memahamiku.

ruangan yang ada dalam sepatah kata
ternyata mirip rumah kita:
ada gambar, bunyi, gerak-gerik di sana —
hanya saja kita diharamkna menafsirkannya

bagi yang masih percaya pada kata”
diam pusat gejolaknya, padam inti kobarnya —
tapi kapan kita pernah memahami laut?
memahami api yang tak hendak surut?

apakah yang kita dapatkan di luar kata:
taman bunga? ruang angkasa?
di taman, begitu banyak yang tak tersampaikan
di angkasa, begitu hakiki makna kehampaan

apa lagi yang bisa ditahan? beberapa kata
bersikeras menerobos batas kenyataan —
setelah mencapai seberang, masihkah bermakna,
bagimu, segala yang ingin kusampaikan?

dalam setiap kata yang kaubaca selalu ada
huruf yang hilang —
kelak kau pasti akan kembali menemukannya
di sela-sela kenangan penuh ilalang

Contoh 6:

Mendatang-datang Jua

Mendatang-datang jua
Kenangan usang lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau

Membayang rupa jua
Adi kanda usang lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu

(A.M. Daeng Myala)

Contoh 7:

Asal Muasal Pelukan

Karya: Candra Malik

Tuhan menciptakan manusia
dari tempat persembunyian-Nya
di mana tidak ada siapa pun
melihat-Nya meramu lamun

Dari segenggam sunyi,
dijadikan-Nya segumpal hati.
Dari ramai cuma sekepal,
dicipta-Nya sebongkah akal.

Tetapi Tuhan seperti sengaja
membuat hati tidak sempurna.
Dari dada yang menyimpan kalbu,
direnggut-Nya tulang rusuk satu.

Tuhan menyebut manusia
yang terluka itu sebagai laki-laki
Lalu dari luka itulah wanita
dicipta bagai permata sanubari.

Digegar oleh detak jantung
laki-laki tak kuat menanggung.
Dari sinilah awal mula doa:
“Tuhan, kami ingin bahagia.”

Di mana letak kesabaran,
jika bukan di dalam dada?
Di mana syukur diletakkan,
jika bukan di dalam dada?

Tetapi, dada tak sempurna
sejak satu tulang rusuknya pergi.
Segala yang dilihat dari fana,
hanya kerinduanlah yang abadi.

Tanpa permpuan di sisinya,
laki-laki hanya memeluk udara.
Padahal pun bagi perempuan,
lelaki itu asal muasal pelukan.

Jakarta, Maret 2016

Contoh 8:

Mampir di Woods di Malam Bersalju

Karya: Robert Frost

Hutan siapa ini saya rasa saya tahu.

Rumahnya ada di desa;

Dia tidak akan melihat saya berhenti di sini

Untuk melihat hutannya dipenuhi salju.

Contoh 9:

Wreck of the Hesperus

Karya: Henry Wadsworth Longfellow

Itu adalah sekunar Hesperus,

Yang mengarungi laut musim dingin;

Dan nakhoda telah mengambil putri kecilnya,

Untuk menemaninya.

Contoh 10:

In Memoriam

Karya: Alfred

Maafkan tangisan liar dan mengembara ini,

Kebingungan seorang pemuda yang terbuang;

Maafkan mereka di mana mereka gagal dalam kebenaran,

Dan dalam hikmat-Mu jadikan aku bijaksana.

Contoh 11:

Karena Saya Tidak Bisa Behenti untuk Kematian

Karya: Emily Dickinson

Karena saya tidak bisa berhenti untuk Kematian –

Dia dengan ramah berhenti untuk saya –

Kereta itu menahan tetapi hanya Diri Kita Sendiri –

Dan Keabadian.

Contoh 12:

Gambar Pertama

Karya: St. Vincent Millay

Lilin saya menyala di kedua ujungnya;

Itu tidak akan bertahan semalaman;

Tapi ah, musuhku, dan oh, temanku—

Ini memberikan cahaya yang indah!

Demikianlah beberapa contoh puisi quatrain dalam bahasa Indonesia. Jika kamu ingin mengetahui contoh dari jenis-jenis puisi baru lainnya, kamu bisa langsung cek website haidarmusyaffa.com.

Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai puisi khususnya, ataupun mengenai bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan sampai jumpa 🙂

Contoh Puisi Tentang Alam

haidar
10 min read

Contoh Puisi Distikon

haidar
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.